Status device digunakan untuk membantu pengguna mengetahui kondisi konektivitas dan operasional perangkat secara realtime.
Setiap device memiliki status tertentu berdasarkan aktivitas pengiriman data ke server. Status ini akan diperbarui secara otomatis oleh sistem, kecuali status maintenance yang biasanya diatur secara manual oleh administrator atau teknisi.
Dalam beberapa kondisi, sistem dapat menerapkan prioritas status.
Jika device diset maintenance, maka status tetap maintenance meskipun device tidak mengirim data.
Jika device tidak maintenance dan tidak mengirim data ≥24 jam, maka status menjadi offline.
Jika device masih mengirim data tetapi terlambat, maka status menjadi delay.
Selain kondisi di atas, status dianggap online.
Device dianggap online apabila:
Interval Device: 10 menit
Data diterima:
Status device tetap online
Device dianggap offline apabila:
Data terakhir diterima:
10 Mei 2026 08:00
Waktu sekarang:
11 Mei 2026 09:00
Karena lebih dari 24 jam tanpa data, maka status berubah menjadi offline
Device dianggap delay apabila:
3 × interval pengirimanInterval Device: 5 menit
Batas Delay: 15 menit
Data terakhir diterima: 10:00
Waktu sekarang: 10:20
Karena keterlambatan lebih dari 15 menit, maka status berubah menjadi delay
Status maintenance digunakan apabila:
Karakteristik device dengan status Maintenance:
Device sedang dilakukan penggantian sensor oleh teknisi lapangan.
Status device diubah menjadi maintenance
Sistem menyediakan fitur filter device berdasarkan status untuk mempermudah monitoring dan pencarian perangkat.
Click device status to open the device configuration settings where you can adjust parameters and preferences.
This section enables customization of device behavior.
Perhitungan status delay bergantung pada interval pengiriman masing-masing device.
Device dengan status offline selama periode panjang disarankan segera dilakukan pengecekan lapangan.