> For clean Markdown of any page, append .md to the page URL.
> For a complete documentation index, see https://docku.mertani.com/llms.txt.
> For full documentation content, see https://docku.mertani.com/llms-full.txt.
> For AI client integration (Claude Code, Cursor, etc.), connect to the MCP server at https://docku.mertani.com/_mcp/server.

# Status Warning Detection

Deteksi pemantauan dengan level status secara **real-time** berdasarkan data sensor dari berbagai device.

> Semua status bersifat **configurable** (nama, warna, range, dan level).
> Pengaturan detail tersedia di menu **Pengaturan Level Status**.

***

## Rainfall Status

Monitoring intensitas curah hujan berdasarkan data per jam dan harian.

### Klik "Data Pemantauan" di Peta Sebaran

Buka tab **ARR** untuk melihat:

* Rainfall 1 jam terakhir
* Rainfall harian
* Status intensitas hujan

### Understand Status

Status ditentukan berdasarkan **range intensitas hujan**.

Contoh:

* `0 mm` → Tidak Hujan
* `0–5 mm` → Ringan
* `5–20 mm` → Sedang
* `> 20 mm` → Lebat

### Interpret on Table & Map

* Status ditampilkan dalam bentuk **badge berwarna**
* Tabel menampilkan detail per device

## Water Level Status

Monitoring tinggi muka air (TMA) untuk deteksi potensi banjir.

### Klik "Data Pemantauan" di Peta Sebaran

Masuk ke tab **AWLR** untuk melihat:

* Tinggi muka air (TMA)
* Debit (jika tersedia)
* Status peringatan

### Understand Threshold

Status ditentukan berdasarkan **threshold per lokasi**.

Contoh:

* Normal → Aman
* Siaga → Waspada
* Tinggi → Rawan
* Melebihi → Bahaya

### Analyze Latest Data

* Status menggunakan **data terakhir**
* Perubahan TMA akan langsung mempengaruhi status

## Klik "Data Pemantauan" di Peta Sebaran

Monitoring kualitas air berdasarkan parameter pencemar.

### View Water Quality Parameters

Masuk ke tab **WQMS** untuk melihat:

* DO, BOD, COD
* Ammonia, Nitrate, TDS

### Understand Status Per Parameter

Setiap parameter memiliki status masing-masing:

* Memenuhi Baku Mutu → Aman
* Melebihi → Tercemar

### Identify Critical Condition

* Sistem menggunakan **nilai terburuk (worst-case)**
* Jika satu parameter buruk → status global ikut naik

## Air Quality Status

Monitoring kualitas udara berbasis indeks (ISPU / AQI).

### Klik "Data Pemantauan" di Peta Sebaran

Masuk ke tab **AQMS** untuk melihat:

* PM2.5, PM10
* CO, SO₂, NO₂

### Understand Index

Status berdasarkan indeks:

* 0–50 → Baik
* 51–100 → Sedang
* 101–150 → Tidak Sehat
* > 150 → Berbahaya

### Identify Dominant Parameter

* Status diambil dari **parameter paling kritis**
* Ditampilkan sebagai status global

***

## Status Calculation Logic

Semua status dalam sistem ini bersifat **configurable** dan tidak hardcoded.

### How It Works

1. Data sensor dikirim dari device
2. Sistem membaca nilai parameter
3. Nilai dibandingkan dengan **configuration range**
4. Status ditentukan berdasarkan:
   * range value
   * priority level

### Priority Rule

Jika terdapat beberapa parameter:

* Sistem memilih **status paling kritis**
* Urutan prioritas:
  1. Bahaya
  2. Rawan
  3. Waspada
  4. Normal

### Custom Configuration

Setiap instansi dapat mengatur level status secara mandiri.